Header Ads

Kuasa Hukum Rafhael Sahyudi SH Melakukan Peradilan Tentang Kasus Penahanan Oleh Oknum Polda Kalbar


Pontianak - Kalimantan Barat Terkait penahan beberapa orang yang diduga telah  melakukan pembongkaran sebuah gubuk yang terletak di jalan budi utomo oleh pihak polda kalbar beberapa waktu yang lalu dan yang mana telah di sangkakan telah melanggar 170 KUHP ,menurut kuasa hukum rafhael sahyudi,SH yang didampingi Bambang Sudiono,SH selaku kuasa hukum dan atas nama beberapa orang yang diduga telah melakukan pembongkaran gubuk yang di maksud  sangatlah tidak beralasan hal tersebut menurutnya yang di jelas kan kepada Beberapa awak media ruang kerjanya pada Hari jum at tgl 14/12- 2018


1.mereka yang diduga melakukan pembongkaran atas sebuah gubuk yang terletak di jalan Budi Utomo adalah merupakan bagian dari pihak atau  yang telah memenangkan perkara tingkat pengadilan
 -Perkara Nomor 37/G/PTUN-PTK/2005
 -Perkara Nomor 99/B/2007 PTUN JAKARTA
 -Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 275/K/TUN/2009

2.Sebelum melakukan pembongkaran pondok yang dimaksud beberapa pihak yang memenangkan perkara
Telah berkoordinasi kepada salah satu warga  yang bernama APUT yang  menempati bangunan gubuk diatas lahan milik pihak yang memenangkan perkara, serta menanyakan langsung kepada APUT   siapa yang menyuruh atau mengizinkan untuk membangun tempat tinggal atau gubuk diatas lahan milik mereka,dan di jawab oleh APUT bahwa yang mengizinkannya adalah ANEN dan anggota Polda yang Kalbar yang bernama TONGAM PURBA.

selanjutnya pihak  yang memenangkan perkara menjelaskan kepada APUT bahwa  bangunan gubuk yang ditempati aput selama ini mengenai  lahannya sudah memiliki putusan dari tingkat pengadilan PTUN PTK,PTUN JAKARTA hingga Tingkat MAHKAMAH AGUNG R.I.

selanjutnya APUT menanda tangani surat pernyatan di atas materai dengan disertai tanda tangan dua orang saksi di surat pernyataan tersebut. yang mana surat pernyataan tersebut menyatakan bahwa
Dirinya membangun serta menempati bangunan gubuk tersebut atas suruhan ANEN dan TONGAM PURBA.selanjutnya di surat pernyataan yang lain APUT juga membuat surat pernyataan bahwa dirinya akan  membongkar  bangunan gubuk yang ditempatinya tanpa adanya paksaan dari pihak lain.

Terkait penahanan beberapa orang yang dimaksud RAFAEL SAHYUDI selaku penasehat hukum akan melakukan Praperadilan,menurutnya penahanan tersebut terkesan dipaksakan dan kuat dugaan adanya "Permainan" Oknum dalam hal ini penyidik Polda Kalbar.

Nurdin

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.