Header Ads

Keinginan Bupati Merangkul Media Dimentahkan Kabag Humas


MOROTAI - Kepala Bagian Humas dan Protokuler Setda Pulau Morotai, Abdul Karim, pilih kasih atau tebang pilih, baik terhadap media maupun wartawan yang meliput di Kabupaten Pulau Morotai. 

Hal tersebut dipicu perihal kerja sama peliputan kegiatan pemkab yang dikelola Bagian Humas tidak transparan dan hanya memilih beberapa media online dan cetak tertentu untuk peliputan kegiatan pemkab. Dan hal ini bertentangan dengan Keinginan bupati Benny Laos, yang di sampaikan ke se jumlah media di kota ternate maupun yang di sampaikan kepada wartawan biro morotai,  di kediamannya pada malam lepas tahun 2018. 

“kami sangat menyayangkan, tindakan Kabag Humas Pemkab Morotai, Abdul Karim, melakukan tebang pilih terhadap media dalam peliputan kegiatan pemkab pulau morotai, padahal seluruh media dan wartawan sudah bangun kesepakatan dengan bupati," ungkap sejumlah wartawan media online biro pulau morotai, jum'at 1 Pebruari 2019

Walaupun Kabag Humas Abdul Karim, saat di wawancara diruang kerjanya, jumat 1 Pebruari 2019, berkilah, bahwa memboyong sejumlah wartawan untuk peliputan adalah situasional. "Liputan ke SKPT hanya memboyong sejumlah wartawan adalah situasional, sehingga hanya memanggil wartawan yang ada liputan di kantor bupati saat kemarin, " tangkis kabag humas, Abdul Karim, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, jumat 1 Pebruari 2019.

Namun sangat di sayangkan, karena alasan Abdul Karim, terkesan berbohong. faktanya ada wartawan online lainnya yang meliput di kantor bupati tetapi tidak di boyong untuk liputan dan bahkan kesengajaan ini sudah dilakukan kabag humas yang ke dua kalinya, sebelumnya pada kunjungan kerja ibu bupati mengresmikan sejumlah PAUD di morotai juga tidak di libatkan. 

"Kemarin saya ada meliput acara pelantikan organda di aula kantor bupati hingga usai, ada kabag humas di aula, dia sempat tegur sapa dengan saya, tapi saat dia ke SKPT hanya memboyong sejumlah wartawan, saya dan teman lain tidak di libatkan, mungkin pemkab hanya kerja sama dengan sejumlah media tersebut," ungkap wartawan online. 

Lagi lagi, abdul karim kembali berkilah, bahwa dia perintah Kasubag protokuler untuk menghubungi semua wartawan, "saya percayakan kasubag Protokuler untuk memanggil wartawan, tapi hanya mereka itu yang di panggil, ini akan saya evaluasi," katanya berjanji

Tetapi,  klarifikasi kabag humas yang tipekal tunduk tapi menanduk ini, tidak dapat di percaya. Pasalnya, Abdul Karim sendiri yang memboyong sejumlah wartawan tersebut untuk meliput bersamanya. 

Untuk itu, Wartawan berharap agar Kabag Humas Pemkab berbenah, sebagaimana yang telah disepakati oleh wartawan dengan Bupati Benny Laos,  sewaktu ingin melakukan kerja sama. Namun, Anehnya kabag humas Abdul Karim, berani menentang keputusan bupati dengan cara Diskriminativ kesejumlah media. 

"atas kesalan ini, saya akan panggil Kasubag Protokoler untuk evaluasi demi perbaikan kedepan," katanya kembali berjanji.  

Sementara Ketua Bidang Investigasi Media cetak, online dan elektronik, serta LSM Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Pulau Morotai, Roger, menegaskan tindakan Diskriminativ kabag humas terhadap sejumlah media dan wartawannya telah menciderai kesepakatan dan hubungan baik yang telah di bangun oleh bupati dengan sejumlah media dan wartawan biro morotai, "Kabag humas bisa berpikir kayak bupati, tapi jangan bertindak melebihi bupati, ini pelanggaran etik antara anak buah dengan pimpinannya,  jadi bupati segera evaluasi kabag humas." tegasnya meminta.

(Morena)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.