Header Ads

Dugaan Money Politic di Melawi Terkesan Jalan Di Tempat,Integritas Bawaslu Jadi Taruhan


MELAWI Kalbar. Pasca pelaksanaan Pemilu serentak 17 April 2019 terkait duduga adanya politik uang yang dilakukan oleh salah satu tim sukses dari seorang caleg nomor urut 1 dari partai nomor 5 dapil 2 Melawi menuai kontropersi di kalangan masyarakat, politisi dan lembaga-lembaga independen yang ikut ambil bagian mengkawal jalanya pemilu.

Menyikapi hal tersebut , Sugianto Adi Sekretaris Laskar Anti Korupsi Indonesia DPC. Kabupaten Melawi yang ikut ambil bagian dalam penyelenggaraan pemilu serentak kali ini sebagai lembaga pemantau jalanya pemilu 2019,mengatakan tidak dapat menyalahkan atas reaksi public dan media masa yang saat ini atas dugaan Politik Uang tersebut dan menuding seolah-oleh permasalahan tersebut oleh Bawaslu dininabobokan.
" kita berharap Bawaslu Kabupaten  Melawi segera memproses dugaan politik uang tersebut, serta tranfaran ke pada masyarakat karna ini memyakut harkat dan martabat Bawaslu itu sendiri ",ujarnya.

Lebih lanjut Sugiato Adi mengatakan, dari hasil investigasinya yang di lakukan oleh tim Investigator LAKI, sejak penangkapan sampai hari ke tujuh Bawaslu masih memakai bahasa akan terus ditindak lanjuti dan kasus ini akan di sandingkan dengan dengan undang-undang lain. Apakah dugaan politik uang ini ada unsur pidananya atau tidak kalau tidak,jika hal ini tidak ada unsur pidana tentu tidak bisa di paksakan namun kalau hal ini ada unsur pelanggaran Pemilu akan di tindak sesuai aturan perundang undangan yang berlaku dan akan diserahkan kepada KPU.Kenapa hal ini harus di serahkan  ke KPU, Dugaan politik uang bukan pelanggaran kode etik, karena kalau pelanggaran kode etik itu tidak mungkin. Dugaan Politik Uang ini bukan pelanggaran penyelenggara pemilu.
" Ini hasil pemantau kasus dugaan Politik Uang yang laporan anggota tim DPC LAKI  Kabupaten Melawi dilapangan,berupa rekaman dalam wawancara. hal ini kan bahasa yang bisa di analisir bahwa kasus dugaan politik uang tersebut belum terproses “ , imbuhnya.

Sugianto Adi lebih lanjut menambahkan, atas dugaan politik uang tersebut, sudah Sejauh mana DPC LAKI MELAWI,memantau perjalanan kasus Money Politik di Kabupaten Melawi, bahwa dirinya dalam hal ini telah berkordinasi dengan Kordiv Penanganan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Propinsi Kalimantan Barat, terkait dugaan politik uang di Melawi dan telah mendapat jawaban bahwa kasus tersebut sudah di tangani oleh Bawaslu Melawi sesuai dengan prosedur dan sudah diregester bahkan kasus tersebut dimonetor oleh Bawaslu Propinsi bahkan Bawaslu RI.
" Kasus Dugaan Politi Uang sudah di proses dan kasus dugaan politik uang ini telah di monitoring Bawaslu Provinsi dan Bawaslu RI ", ungkapnya.

Semenyara itu Lilik Hidayatullah Ketua DPC LSM JAGA NKRI Kabupaten Melawi dalam menyikapi kasus dugaan politik uang tersebut mengatakan, Kasus Dugaan Politik Uang yang ditangkap pelakunya pada tanggal 16 April 2019 malam oleh patroli Gakkumdu Kabupaten Melawi dan barang bukti berupa uang senilai Rp. 81.500.000,- (Delapan puluh satu juta lima ratus ribu rupiah) yang sampai saat ini masih diamankan oleh Bawaslu Melawi semakin menjadi perbincangan public dan sorotan sejumlah lembaga independen dan media masa.Dalam kasus dugaan politik uang ini, menilik atas keterangan Bawaslu Kabupaten Melawi yang menyebutkan jika tidak terbukti tidak bisa di paksakan yang artinya kasus dugaan politik uang ini tidak bisa ditindak lanjuti, padahal sudah dilakukan penagkapan serta dilakukan pengamanan barang bukti .

" Dugaan adanya pelanggaran Money Politik ini kan resiko Bawaslu untuk mendapat penilaian dari semua kalangan yang berkepentingan, Makanya dalam penanganqn kasus dugaan politik uang ini Bawaslu menjadi taruhan integritasnya", .

 ( Lilik Hidayatullah )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.