Header Ads

Khofifah Hari Ini"Menjalanai Pemeriksaan (KPK) Komisi Pemberantasan Korupsi


Jawa Timur-

Gubernur Jawa Timur, Menjalani Pemeriksaan KPK" Khofifah Indar Parawansa,"saat memberikan keterangan Pers di Gedung Grahadi Surabaya, Sabtu Bulan Lalu (23/3/2019).  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan keterangan akan" mengagendakan pemeriksaan terhadap Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, Jumat (26/4/2019). Hari ini.

Sedangkan Khofifah Sendiri, akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias (Romy)"

"Pemeriksaan terhadap Khofifah rencananya dilakukan tim penyidik (KPK)"Di Mapolda Jatim.

Informasi yang di dapatkan sebelum berita ini diturunkan"Menurut kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Pada Hari Kamis Malam"25 Apri 2019

"Namun ungkap, Febri belum mengetahui jelas mantan Menteri Sosial itu bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka siapa. Informasi mengenai hal tersebut akan disampaikan pada hari ini.

Kita lihat ya jadwalnya Tambah dirinya lagi" Pemeriksaannya secara lengkapnya

Febri menambahkan serta  menjelaskan kepada awak media alasan tim penyidik memeriksa Khofifah di Mapolda Jatim. Dikatakan, hal ini lantaran tim penyidik yang menangani kasus jual beli jabatan sedang melakukan serangkaian kegiatan penyidikan lainnya di Surabaya.

Karena itulah ada beberapa kegiatan yang dilakukan di Surabaya sejak hari ini. Jadi timnya juga terbatas ya penyidiknya."Sehingga beberapa kegiatan tersebut dilakukan di Jawa Timur dan sekaligus ada beberapa kegiatan dilakukan disana," jelas Febri.

Nama Khofifah terseret dalam kasus ini setelah disebut oleh Romy sebagai salah satu pihak yang turut merekomendasikan nama Haris Hasanuddin untuk menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

Selain Khofifah, Romy juga menyebut nama Kiai Asep Saefuddin Halim selaku pimpinan sebuah pondok pesantren terbesar yang ada di Provinsi Jatim.

Romy mengklaim hanya menyalurkan aspirasi dan rekomendasi dari sejumlah pihak, termasuk Khofifah dan Kiai Asep Saifuddin terkait Haris Hasanuddin untuk direkomendasikan sebagai Kakanwil Kemag Jatim kepada pihak yang berkompeten terkait seleksi jabatan di Kemnag.

Juber KPK,Melalui Febri mengakui, pihaknya tak hanya mendalami proses seleksi dan aliran dana terkait kasus ini. KPK, kata Febri lg,juga mendalami adanya rekomendasi yang disampaikan sejumlah pihak terkait dengan nama-nama yang mengikuti proses seleksi di Kemnag.

Memang ada beberapa pihak yang dalam proses seleksi jabatan tersebut sampai pada proses pemberian uang ya, ada beberapa pihak yang kami identifikasi itu mengetahui sebagian dari rangkaian proses itu mengetahuinya. Bisa mengetahui tentang bagaimana rekomendasi, bagaimana pihak-pihak lain memberikan saran terkait dengan posisi-posisi di Kementerian Agama seperti Kanwil dan Kepala Kantor Kementerian tersebut itu tentu perlu kami dalami. Yang perlu diingat adalah saksi ini adalah mereka yang mengetahui mendengar atau melihat secara langsung, katanya.

Diberitakan, (KPK) menetapkan Romy bersama Kepala Kantor Kemnag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemnag Provinsi Jatim, Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemnag.

Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Romy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemag. Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemnag Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar sebagai Kakanwil Kemnag Provinsi Jatim.

Pada 6 Februari 2019, Haris mendatangi kediaman Romy dan menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta untuk memuluskan proses seleksi ini sesuai kesepakatan. Saat itu, (KPK )"Menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Namun, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi untuk diusulkan ke Menteri Agama karena pernah mendapatkan hukuman disiplin.

Komisi pemberantasan Korupsi (KPK )"menduga telah terjadi kerjasama antara Romy dan pihak-pihak tertentu termasuk pejabat Kemag untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemnag Provinsi Jatim.

Tim/red

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.