Header Ads

Polres Situbondo Musnahkan 2.702 Botol Miras Hasil Operasi Pekat Semeru 2019 dan Bulan Ramadan



Kabupaten Situbondo – Jawa Timur. Selama 12 hari dilaksanakan, Operasi pekat yang dilakukan Polres Situbondo Jawa Timur telah berhasil mengamankan 2.702 botol miras berbagai jenis merek. Selasa (28/5/2019) Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono,SH.,SIK.,MH Pimpin langsung pemusnahan BB Minuman keras tersebut di halaman apel Polres Situbondo.

Kapolres Situbondo menegaskan, hal bentuk cipta kondisi agar suasana bulan ramadan dan idul fitri dapat berlangsung dengan aman dan kondusif. kegiatan pemusnahan dilakukan usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2019, yang diikuti oleh seluruh jajaran forkopimda, diawali dengan penandatanganan berita acara pemusnahan barang bukti, kemudian dilanjutkan dengan menghancurkan botol-botol miras dengan menggunakan alat berat.

“Operasi pekat yang dilaksanakan selama 12 hari sejak tanggal 15 Mei sampai dengan 26 Mei merupakan bentuk cipta kondisi agar suasana bulan ramadan dan idul fitri dapat berlangsung dengan aman dan kondusif,” kata Ajun Komisaris Besar Polisi Awan Hariono.

Kapolres Awan juga menyampaikan bahwa tahun ini terjadi penurunan kasus ungkap.

“Ini menandai bahwa angka kriminalitas di Situbondo mengalami penurunan. Momentum ini kita harapkan terus terjaga.” Tegasnya.

Lebih lanjut Kapolres Awan mengatakan, bahwa Selama bulan Ramadan, Polres Situbondo intensif melakukan razia Operasi Pekat Semeru 2019 dengan sasaran miras, narkoba, premanisme, prostitusi dan penyakit masyarakat lainnya yang dapat berpotensi menjadi pemicu terjadinya gangguan kamtibmas ataupun kriminalitas.

Selain itu, Kapolres Awan Hariono juga mengungkapkan bahwa Polres Situbondo berhasil mengungkap kasus pencurian hewan (curwan) yang meresahkan masyarakat dengan jumlah tersangka 6 orang berhasil dilumpuhkan oleh petugas.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Situbondo, AKP Aryo Pandanaran,SH dikonfirmasi Wartawan MutiaraindoTV melalui Kasubbag Humas Polres Situbondo, Iptu H.Nanang Priyambodo,S.Sos menambahkan, Miras lokal oplosan menjadi target utama kami di Situbondo. Dimana miras oplosan merupakan pencampuran 1 botol alkohol 70 % yang biasanya digunakan untuk obat luar atau digunakan untuk perawatan luka luar dicampur dengan 3 sachet komik.

Obat – obatan tersebut merupakan obat – obatan legal yang kemudian dicampur menjadi satu dan biasa disebut minuman keras oplosan.

“Ini sangat berbahaya sehingga jajaran kami fokus untuk memberantas peredaran dengan operasi miras oplosan.” ujar H.Nanang. (imam)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.