Header Ads

Desa Cigombong Fasilitasi Perdamaian kasus pengeroyokan


Kabupaten Bogor - MPGI News. Perkara  pengeroyokan terhadap Agus Adhar warga Cigombong yang terjadi beberapa hari lalu, akhirnya berujung dengan perdamaian antara kedua belah pihak. Perdamaian ini dilaksanakan di kantor Desa Cigombong setelah 2 hari perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 74. Senin (19/8/2019).


Dalam keterangannya, kuasa hukum korban, Anggi Triana Ismail menyatakan terlaksananya upaya perdamaian tersebut lantaran adanya sikap  bijaksana dari kedua belah pihak yang berperkara, baik  keluarga korban maupun keluarga pelaku. Termasuk, adanya inisiasi Kepala Desa Cigombong Yedi, yang memberikan fasilitas bagi pihak yang berperkara guna memberikan jaminan terhadap kedua belah pihak agar dapat mengedepankan semangat persatuan atas akal yang sehat.


"Alhamdulillah, dengan arahan serta bimbingan Kepala Desa Gigombong, masalah ini berakhir damai melalui hasil musyawarah. Semua berjalan lancar dan disepakati kedua belah pihak serta dihadiri segenap tokoh Muspika seperti Babinmas, Babinkamtibmas serta Ketua RT yang semuanya mendukung penuh untuk adanya rekonsiliasi dengan satu pandangan sama yakni perdamaian antar pihak-pihak yang berperkara," ujar Anggi kepada wartawan.

Dikatakannya, setelah perkara selesai kedua belah pihak bisa menjaga stabilitas keamanan dan ketentraman antar warga. Terlebih, sikap Kades, selain sesuai dengan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Permendagri No. 84 Tahun 2015 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa (SOTK), juga telah didasari sikap solusioner atas semangat sumpah PNS.

"Hal itulah yang mendorong Kades Cigombong untuk melakukan islah atau perdamaian bagi kedua belah pihak. Sampai akhirnya mereka mau damai dan menandatangani surat perdamaian. Untuk kemudian, keduanya langsung menghadap ke Polsek Cijeruk guna membuat permohonan pencabutan laporan serta menarik BAP masing-masing pihak," tegasnya.

Selain diberikan fasilitas, lanjut Anggi, adanya perdamaian inipun mendapat apresiasi dari Kepala Unit Reskrim Polsek Cijeruk. Dan meminta agar kedua belah pihak tidak mengulangi perbuatannya lagi, sebaliknya jika ada permasalahan disikapi dengan bijaksana serta mengedepankan musyawarah bukan amarah.

"Kami selaku kuasa hukum salah satu pihak beserta pihak kepolisian sangat mengapresiasi langkah kedua belah pihak guna menyatakan perdamaian. Sebab, kondusifitas warga sangat penting diatas segala-galanya. Hal ini merupakan cermin yang maha luhur dari bangsa ini, dimana sikap yang terintregasi dalam semangat 4 pillar kebangsaan yakni pancasila,  UUD 1945, Bhineka Tunggal  & NKRI," terangnya

Penegakan hukum pidana (criminal justice system) sendiri merupakan jalan terakhir dari segala proses hukum yang ada (Ultimum Remidium). Karenanya, dari kejadian ini harus jadi pelajaran berharga bagi semua masyarakat. Mengingat, tidak semua permasalahan harus diselesaikan di meja pengadilan. Tapi ada restorative justice system bagi kedua belah pihak yang sama-sama memiliki itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan hukum yang terjadi.

"Semoga dengan adanya perdamaian yang merupakan kali pertamanya secara formil difasilitasi dan diketahui semua unsur Muspika Cigombong, kedepannya tidak ada lagi potret-potret pilu yang selalu dipertontonkan oleh kaum muda.

Perisitiwa hukum ini harus jadi tolok ukur mereka mapun pihak-pihak yang berperkara, agar mampu menciptakan situasi dan kondisi saling gotong royong serta menjaga antar penghuni Bangsa dan Negara. Perbedaan bukanlah perang, melainkan anugerah Tuhan yang patut disyukuri tanpa batas," papar Anggi


( R.Kartolo )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.