Header Ads

IRONIS!! Hasil Uji Lab PT. Tirta Fresindo Jaya Yang Cacat Hukum Di Amini Menjadi Produk Hukum


Bogor - MPGI News.Rapat ketiga terkait terganggunya Warga Desa Cimande Hilir atas PT.Tirta Fresindo Jaya dikantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor (Jumat 09 Agustus 2019 ) dengan agenda pengumuman hasil uji laboratorium dianggap Cacat Hukum oleh Kuasa Hukum Warga dari kantor Hukum Sembilan Bintang and partner seperti Papar anggie Triana Ismail SH selaku Direktur Utama.

Undangan dimulai dari jam 09.00 wib. Kuasa hukum Dari warga desa cimande hilir Dari Sembilan Bintang Law Firm mengalami ketelatan 30 menit.

Namun hal itu, telah di Konfirmasi ke pegawai DLH, bahwa kami datang telat 30 menit, akan tetapi konfirmasi kami tidak di hiraukan oleh DLH Kabupaten Bogor. Rapat tetap dilanjutkan tanpa pertimbangan, padahal kami merupakan pihak terkait yang berada didalam permasalahan tersebut,papar anggie.

Lain halnya sikap DLH pada saat rapat pertama, perusahaan yang telat, sampai ditunggu nya hingga datang, lelucon birokrat yang sudah uzur ini, sudah anak-anak kecil yang bukan lagi rahasia umum.

Ironisnya Hasil pengumuman uji lab yang dilakukan DLH Kabupaten Bogor melalui PT. Sys, menyatakan bahwa PT. Tirta Fresindo Jaya tbk (anak perusahaan Mayora Group) sudah memenuhi yuridis dan tidak ada masalah,ujarnya.

Padahal apabila ditarik ke belakang yakni pada tanggal 17 Juli 2019, warga menolak untuk dilakukan Uji Lab karena perusahaan tidak melakukan produksi secara maksimum, sehingga pihak DLH & PT. Sys, seharusnya menerima usulan warga selaku pihak yang urgensi didalam permasalahan ini, bukan malah mendengar kan muspika (camat caringin, desa cimande hilir, polsek maupun danramil) Sudah diketahui betul bahwa muspika tidak pernah hadir rapat dalam pertemuan dikantor DLH Kabupaten Bogor yang pertama, keberadaan mereka dipertanyakan secara hukum di saat melakukan pengujian lab.

Atas dasar apa muspika mengijinkan DLH Kabupaten Bogor & PT. Sys untuk melakukan uji lab? Dimana posisi mereka (muspika), disaat warga nya jelas-jelas menolak??!!!!? Tegasnya.

Jadi, sudah barang tentu berdasarkan hukum hasil uji lab yg dilakukan DLH Kab Bogor melalui PT. Sys bisa dikatakan cacat hukum, karena tidak mengikuti syarat formil yang telah tertuang didalam berita acara yang telah disepakati oleh semua pihak yakni dibuat pada tanggal 4 Juli 2019.

Kami sebagai kuasa hukum warga Desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, menyayangkan sikap DLH Kab Bogor & PT. Sys, yang melakukan perbuatan konyol atau inkonstitusional, mereka pejabat publik tapi mindset & sikap nya tidak mencerminkan integritas yang cakap.

Maka atas dasar itu, kami akan adukan Sikap DLH Kab Bogor & PT Sys, ke Ombudsman RI serta ke tingkat yang berada diatasnya, yang dimana dinas tersebut telah dihidupi oleh PAD Kab Bogor itu.

Kemudian perlakuan perusahaan yang diduga keras telah merusak lingkungan dan menyebabkan kerugian kepada Masyarakat, akan kami adukan kembali kepada jenjang yang lebih tinggi, kita akan tuntas kan masalah ini.

Lalu kemudian, kami akan adukan seluruh jajaran Muspika khusus nya Kecamatan dan desa cimande hilir, yang diduga sudah menerima dana Corporate Social Rwspinbility (CSR) akan tetapi tidak pernah transparan selama 11 tahun lamanya kepada warga cimande hilir, yang selama 11 tahun Masyarakat hanya menerima asap, limbah, getaran & bau busuk dari perusahaan.

Dimana & kemana itu CSR???!!!!

Dimana & kemana kompensasi rehabilitasi lingkungan??!!!!

Sepanjang masalah ini tidak ada jalan keluar, maka kami sebagai kuasa hukum korban, akan terus berjalan maksimal dalam melindungi hak-hak konstitusi warga.

Dan kami berharap, pihak-pihak terkait bisa memahami tugas-tugasnya yg luhur, yg mencerminkan pada indepedensi nya sebagai penyelenggara negara yang baik yang taat kepada konstitusi, bukan hanya kepada segilintir orang yang memiliki uang & kekuasaan,jelasnya. ( R.Kartolo )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.