Header Ads

Unjuk Rasa PKL Nyaris Berujung Bentrok


MPGI News - Kabupaten garut.
selasa 13/8/2019. aliansi pedagang kaki lima beserta berbagai elemen organisasi diantaranya Aliansi koalisi masyarakat bersatu(KMB),Gerakan mahasiswa nasional Indonesia(GMNI) dan Ormas pancasila(PP) dan beberapa lembaga swadaya msyarakat garut lainya.

"Dalam orasinya yang diteriakan melalui pengeras suara di kendaraan komando. para pengunjuk rasa ini menyampaikan beberapa tuntutan kepada bupati garut H.Rudi Gunawan.diminta untuk mengembalikan para pedagang kaki lima(PKL) untuk diperbolehkan kembali berjualan di trotar jalan ahmad yani/pengkolan,

"Tuntutan lainya adalah jika kebijakan bupati garut sudah tidak berpihak lagi terhadap pedagang kecil maka lebih baik mundur saja seru orator, disela sedang gencar -gencarnya orator menyampaikan tuntutanya tiba - tiba terjadi insiden kecil, yang memicu tensi emosi baik dipihak pengunjuk rasa maupun dari pihak keamanan. yang terdiri dari polisi dan satpol pp, beruntung insiden tersebut dapat segera diatasi oleh aparat keamanan, sehingga bentrokan antara pengunjukrasa dengan aparat keamanan dapat terhindarkan.

"Ditempat yang tak jauh berbeda awak media Mpgi News.com juga mewawancarai beberapa orang ibu - ibu yang masih merupakan anggota pedagang kaki lima (PKL).dalam wawancaranya mereka juga mengutarakan kekecewaan mereka terhadap kebijakan bupati tersebut, karena setelah para pkl itu digusur nasib mereka makin suram dan masalah baru terkait kebutuhan hidup mulai mereka rasakan. seru beberapa emek - emak ini sambil melampiaskan kekesalanya.

"Masih kata emak - emak, kami tidak menolak jika mau diteribkan namun apa yang terjadi setelah kami digusur. pemda justru memperlakukan kami semena mena alias tidak adil ,yang benar terdata sebagai pkl justru tidak mendapat tempat.sebagai mana yang dijanjikan oleh pemda, tapi kenapa orang yang tadinya tidak berdagang di kaki lima pengkolan justru mendapatkan tempat di tempat penertiban pkl yang baru. ini kan sangat tidak adil lantas kami - kami ini mau makan apa ! Seru seorang ibu ibu dengan histeris.

"Sambil menarik diri mahasiswa juga menyerukan jika bupati garut sudah tidak mampu memberikan keadilan kepada masyarakat kecil, lebih baik segera mundur pungkas mahasiswa sambil menarik mundur pasukan yang dipimpinya.

(Solihin Afsor)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.