ads

Senin, 02 September 2019

  • Follow us

Bupati Kubu Raya : Guru Harus Mampu Menulis

Bupati Kubu Raya : Guru Harus Mampu Menulis

Kubu Raya, Kalbar – Memaksimalkan peran sebagai pendidik, guru dituntut untuk mampu menulis. Dengan menulis secara kontinu, seorang guru telah mengedukasi masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan saat membuka kegiatan Pelatihan Guru Menulis Buku Sampai Terbit yang digelar Forum Indonesia Menulis Kalimantan Barat di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Sabtu (31/8).

“Tentu guru menjadi profesi yang punya peran penting dan diharapkan mampu untuk melahirkan buah-buah pikiran dari mereka. Agar itu benar-benar bisa diserap dan menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia,” tuturnya.

Muda berharap pelatihan menulis bagi para guru mampu memicu tumbuhnya imajinasi. Sehingga buah pikiran yang diungkapkan dalam tulisan juga akan visioner. Dapat menembus zaman. Hal itu, menurutnya, telah dicontohkan oleh para penulis besar di Tanah Air. Di mana para penulis dan orang-orang yang punya pikiran melintas zaman hingga kini tetap eksis ide-idenya dan menjadi inspirator bagi bangsa.

“Nah, jadi selain karena tuntutan karier dan kepangkatan, kita menulis harus dengan tekad ingin menjadi guru pencerah dan inspirator bagi generasi,” ujarnya.
Muda mengapresiasi pelatihan menulis yang digelar Forum Indonesia Menulis.

Menurut dia, kegiatan pelatihan sangat inspiratif sehingga harus dikembangkan menjadi sebuah gerakan. Selaras dengan slogan “Merawat Pesan Peradaban” yang kerap digaungkannya, Muda menyebut ‘pesan peradaban’ sampai di masa kini melalui tulisan-tulisan dari masa sebelumnya.

“Kita punya tanggung jawab besar kepada anak-anak kita lewat peluang yang Allah berikan, yakni menjadi guru. Kita berada di garis depan di dalam mencerdaskan generasi dan insya Allah itu semua menjadi ibadah. Termasuk menulis, jadikan ruang ibadah untuk mencerahkan,” tuturnya.

Menurut Muda, membangun peradaban menulis dimulai dari menyatukan ide dan pikiran. Tak seperti menyatukan orang yang relatif mudah, menyatukan ide dan cara pandang, menurut dia, menjadi tantangan tersendiri.

“Nah, insya Allah dengan jumlah peserta pelatihan 160 orang ini, mudah-mudahan nanti mampu mengubah paradigma dan cara berpikir masyarakat lewat karya tulisan yang menjadi inspirasi,” harapnya.

Redaksi
Don't Miss

Berita Terkini